Tampilkan postingan dengan label Susu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Susu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2011

Cara Mengatasi Alergi Susu Sapi



Harus Berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak

Bayi ibu mengalami alergi susu sapi? Bila ini terjadi dan ibu telah mengenali beberapa tibu-tibu bayi alergi susu bayi muncul pada bayi ibu, maka sebaiknya ibu segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk menentukan susu bayi apa yang sebaiknya ibu pakai.

Beberapa ibu mungkin segera mengganti susu bayinya dengan merk lain yang setara tingkatan nutrisinya. Beberapa dari mereka berhasil mengatasi keluhan alergi pada bayinya namun tidak sedikit pula yang merasa bahwa setelah ganti merk pun gejala alergi pada bayi tidak kunjung hilang.

Mengatasi Alergi dengan Susu HA

Bila langkah menganti susu formula dengan susu formula merek lain tidak berhasil, mungkin ada baiknya ibu melirik untuk menggunakan susu formula Hypo-Allergenic (HA). Ada banyak kasus yang kami ketahui bahwa penggunaan Susu HA (Hypo-Allergenic) tidak membuat bayi lepas dari susu sapi. Ini artinya setelah beberapa waktu mereka yang menggunakan susu formula HA dapat kembali lagi menggunakan susu formula biasa yang mengandung susu sapi.

Perbedaan Susu Formula HA dan Susu Formula biasa adalah pada susu formula Hypo-Allergenic, protein telah dipotong-potong sedemikian rupa sehingga bayi lebih mudah mencerna kandungan protein yang diperlukannya dalam susu tersebut.

Berbeda dengan susu formula biasanya yang mengandung probiotik yang membantu pencernaan bayi, ketika bayi diberi Susu HA pada minggu-minggu pertama akan ada perubahan bentuk feses bayi. Feses menjadi lebih encer dan lebih berbau dibandingkan sebelumnya. Ini kemungkinan terjadi karena memang kalau ibu perhatikan larutan susu formula Hypo-Allergenic (HA) lebih encer dibandingkan dengan susu formula yang biasa ibu gunakan.

Bagaimana dengan Susu Soya?

Susu Soya juga merupakan salah satu pilihan bagi ibu yang anaknya menderita alergi susu sapi. Sesuai dengan namanya, susu formula dengan bahan dasar soy bean (kedelai) sama sekali tidak mengandung protein susu sapi. Seluruh protein yang terkandung pada susu formula soya berbahan dasar protein nabati sehingga menurunkan kemungkinan Alergi pada bayi.

Walau demikian karena susu soya biasanya lebih pekat dibandingkan dengan susu HA maupun susu formula biasa, biasanya ada kasus dimana perut bayi menjadi kembung karena tidak terbiasa dengan protein susu kedelai ini. Bila bayi rewel karena kembung ibu bisa mengatasi hal ini dengan cara memberikan minyak telon dan menggendongnya dengan posisi tegak agar bayi nyaman dan angin di dalam perut bayi dapat segera dikeluarkan.
Baca Informasi Cara Mengatasi Alergi Susu Sapi Lebih Lengkap >>

Daftar Istilah Alergi Susu Sapi



Alergi pada bayi memang salah satu masalah yang merepotkan baik bagi orang tua maupun bayi sendiri. Bayi yang mengalami alergi susu sapi misalnya, dia tidak dapat menerima asupan susu sapi sedikitpun dan begitupula jenis makanan turunannya seperti keju.

Beberapa dokter menyatakan alergi dapat hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-3 tahun, namun demikian terdapat penelitian baru yang mengindikasikan alergi susu sapi dapat bertahan hingga 8 tahun. Adalah hal yang patut dicoba untuk memberikan susu sapi setelah anak berumur 2 tahun, namun demikian kewaspadaan akan munculnya reaksi alergi tetap harus dijaga.

Untuk lebih mengenal mengenai alergi susu sapi dan alergi lainnya yang mungkin terjadi pada bayi, berikut adalah beberapa istilah yang digunakan dalam dunia alergi susu sapi.

Alergi

Reaksi sistem kekebalan tubuh untuk menolak atau menyerang zat tertentu yang masuk ke dalam tubuh.

Allergen

Substansi /zat yang menyebabkan alergi.

Amino Acid

Unsur kimiawi yang membentuk protein. Kumpulan asam amino disebut protein. Sebagai contoh sederhana pengandaian: sebuah bangunan bisa diartikan sebagai protein, sedangkan semen, batu-bata, atap, jendela, pintu, kayu dan bahan yang membentuk bangunan tersebut diibaratkan sebagai asam amino.(Sama dengan Asam Amino)

Amino Acid Formula

Formula yang mengandung rangkaian protein paling sederhana dan murni, sehingga bebas dari reaksi alergi susu sapi. (Sama dengan Asam Amino Formula atau Formula Asam Amino)

Asam Amino

Unsur kimiawi yang membentuk protein. Kumpulan asam amino disebut protein. Sebagai contoh sederhana pengandaian: sebuah bangunan bisa diartikan sebagai protein, sedangkan semen, batu-bata, atap, jendela, pintu, kayu dan bahan yang membentuk bangunan tersebut diibaratkan sebagai asam amino.(Sama dengan Amino Acid)

Asam Amino Formula

Formula yang mengandung rangkaian protein paling sederhana dan murni, sehingga bebas dari reaksi alergi susu sapi. (Sama dengan Amino Acid Formula atau Formula Asam Amino)

Asma

Gangguan pernapasan yang sering bersifat alergis, ditandai dengan sulit bernapas dan rasa sesak dalam dada.

Bakteri

Makhluk hidup terkecil, terdapat di mana-mana, dapat berkembang biak dengan cepat, dapat menyebabkan peragian, pembusukan, dan penyakit.

Basic Formula

Formula yang terbuat dari susu atau kedelai dengan rantai protein lengkap atau kompleks, sehingga dapat menyebabkan reaksi alergi susu sapi.

CAP-RAST

Tes alergi jenis RAST yang lebih spesifik (lihat RAST) yang dapat mengukur tingkat IgE secara tepat dalam darah. IgE adalah protein dalam tubuh manusia yang memicu protein makanan untuk menimbulkan reaksi alergi. Tes ini tidak dapat menunjukkan seberapa parah reaksi alergi yang dialami.

Casein

Protein yang ditemukan pada hasil pengolahan susu yg mengendap dalam asam lemak, dan tidak larut dl air.

Dehidrasi

Kondisi kehilangan cairan tubuh.

Diagnosis

Penentuan jenis penyakit dengan cara meneliti atau memeriksa gejalanya.

Eksim

Penyakit kulit, biasanya berasa amat gatal, yang menimbulkan bintik-bintik atau gelembung-gelembung kecil, bercak berwarna kemerah-merahan yg mengerisik.

Extensively Hydrolyzed Formula (eHF)

Formula dengan rantai protein yang terpecah beberapa bagian dan masih mengandung protein susu. Sehingga, masih dapat menyebabkan reaksi alergi susu. (Sama dengan Formula Hydrolysate)

Feces

Kotoran atau hasil buangan yg dikeluarkan dari alat pencernaan ke luar tubuh melalui dubur, mengandung zat-zat makanan yang tidak dapat dicernakan dan zat-zat yang bukan berasal dari makanan, misal jaringan yg aus, mikroba yg mati; tinja; kotoran.

Formula Asam Amino

Formula yang mengandung rangkaian protein paling sederhana dan murni, sehingga bebas dari reaksi alergi susu sapi. (Sama dengan Amino Acid Formula dan Asam Amino Formula)

Formula Hydrolysate (eHF)

Formula dengan rantai protein yang terpecah beberapa bagian dan masih mengandung protein susu. Sehingga, masih dapat menyebabkan reaksi alergi susu. (Sama dengan Extensively Hydrolyzed Formula)

Hay Fever

Iritasi pada hidung, tenggorokan dan mata yang diakibatkan oleh debu atau benang sari.

Hipoalergenik

Produk yang cenderung tidak menimbulkan reaksi alergi.

Histamine

Zat kimia yang dilepaskan oleh sel tubuh pada saat sistem kekebalan tubuh bekerja untuk menolak atau menyerang zat tertentu yang masuk ke dalam tubuh.

Hives

Penyakit kulit yang berupa bercak dan benjol merah akibat reaksi alergi.

Infeksi

Kemasukan bibit penyakit; ketularan penyakit; peradangan.

Lactose

Gula susu yg keras, berupa bubuk putih berasa manis, tidak berbau, stabil di udara, larut dl air, berguna dl pembuatan makanan bayi, mentega, dan ragi; C12H22O11.2H2O

Milk Allergy Gastrointestinal

Alergi susu sapi yang berpengaruh pada sistem pencernaan, seperti muntah-muntah.

Mucus

Cairan pekat dan licin (seperti dahak, ingus) yang dihasilkan oleh kelenjar pada selaput lendir, menyebabkan permukaan yg dilapisi selalu basah.

Non-Alergenik

Bersifat tidak menimbulkan reaksi alergi.

Oral Antihistamines

Obat untuk meredakan reaksi alergi dengan cara diminum.

RAST

Radio Allergo Sorbent Test adalah tes alergi dengan cara mendeteksi Immunoglobulin E (IgE) dalam darah. IgE adalah protein dalam tubuh manusia yang memicu protein makanan untuk menimbulkan reaksi alergi. Tes ini hanya menunjukkan bahwa tubuh terdapat IgE yang tidak dapat menerima allergen, tidak dapat menunjukkan apakah tubuh akan bereaksi alergi atau tingkat keparahan reaksi alergi.

Skin Prick Test

Dikenal juga dengan istilah tes cukit. Tes alergi dengan cara mendeteksi Immunoglobulin E (IgE) dengan cara memberikan sejumlah kecil allergen, histamin dan saline pada kulit di bagian lengan. Apabila pada lengan timbul kemerahan atau benjol pada kulit, menunjukkan tubuh alergi terhadap allergen. IgE adalah protein dalam tubuh manusia yang memicu protein makanan untuk menimbulkan reaksi alergi.

Topical Antifungals

Pengobatan yang diberikan pada kulit untuk mengobati infeksi kulit akibat jamur.

Topical Steroids

Pengobatan yang diberikan pada kulit untuk mengobati penyakit kulit, seperti eksim, radang kulit, dll.

Virus

Mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop biasa, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron, penyebab dan penular penyakit, seperti cacar, influenza, dan rabies.

Whey

Cairan dari sisa susu yang berubah bentuk menjadi padat.
Baca Informasi Daftar Istilah Alergi Susu Sapi Lebih Lengkap >>

Sabtu, 03 September 2011

Metabolisme Bayi Lebih Baik Berkat ASI



Menyusui bayi yang baru lahir hanya dengan ASI terbukti meningkatkan metabolisme buah hati Anda.

Kita semua tahu bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi bagi yang baru lahir hingga mencapai usia enam bulan, semakin baik bila pemberian ASI mencapai usia 2 tahun buah hati. Karena itulah, program pemberian ASI eksklusif semakin gencar. Jika Anda memutuskan untuk menyusui bayi Anda dan tidak bermasalah dengan jumlah ASI yang harus diberikan, inilah manfaat ASI berdasarkan penelitian terbaru.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Perancis, seperti diberitakan oleh Los Angeles Times menyebutkan bahwa para peneliti menemukan hasil penelitian selama tiga tahun bahwa bayi-bayi yang diberi ASI pada empat bulan setelah dilahirkan memiliki perbedaan pertumbuhan dan metabolisme dibandingkan bayi-bayi yang menerima asupan susu formula.

Penelitian tersebut dilakukan pada 234 bayi. Pada masa empat bulan awal setelah dilahirkan, mereka dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok bayi pertama adalah bayi-bayi yang hanya mengonsumsi ASI, sedangkan pada kelompok kedua adalah bayi-bayi yang mengonsumsi susu formula yang memiliki kadar protein rendah hingga tinggi. Hasil yang berbeda ditunjukkan pada dua kelompok tersebut.

Pada 15 hari setelah kelahiran, Times melaporkan bahwa bayi yang hanya meminum ASI menunjukkan level insulin yang lebih rendah dalam darah mereka dibandingkan bayi yang meminum susu formula. Sedangkan pada saat usia mereka menginjak tiga tahun, balita yang pada saat bayi mengonsumsi susu formula protein tinggi memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan bayi yang diberi ASI, walaupun hasil tersebut masih dianggap normal.

Hasil penelitian tersebut tidak hanya bertujuan untuk membeberkan manfaat ASI bagi bayi, tetapi juga pertimbangan para ibu yang memberikan susu formula. Pediatric Academic Societies yang melakukan pertemuan di Denver beberapa bulan lalu menyebutkan, "Jika memberikan ASI tidak memungkinkan, ada baiknya jika para orang tua memilih susu formula yang memiliki kemampuan metabolisme yang dekat dengan ASI," pada Times.
Baca Informasi Metabolisme Bayi Lebih Baik Berkat ASI Lebih Lengkap >>

Sabtu, 20 Agustus 2011

Bayi Alergi Terhadap Susu Sapi



Bayi yang alergi terhadap susu sapi biasanya diberi susu soya (kedelai), bagaimana cara agar bayi/anak anda tidak alergi terhadap susu sapi?

Dewasa ini banyak sekali ibu yang tidak bisa memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya. Alasan utama yang dihadapi ibu adalah karena dirinya bekerja, sedangkan ASI sering tidak bisa keluar sehingga tidak dapat disimpan di rumah sebagai persediaan bayi. Untuk mengatasi hal ini, banyak ibu yang bekerja ataupun mengalami kesulitan menyusui akhirnya memutuskan untuk memberikan formula susu sapi sebagai pengganti ASI.

Bila anda memilih untuk memberikan formula susu sapi sebagai pengganti ASI, maka harus waspada bila bayi anda sering buang air besar dan lemas setelah diberi susu sapi. Ada kemungkinan bayi/anak anda alergi terhadap susu sapi. Bayi yang baru lahir sampai dengan usia kurang dari 2 tahun memang rentan terkena alergi susu sapi. Ini dikarenakan tubuh bayi menolak adanya protein yang terdapat pada susu sapi sehingga protein tersebut tidak tercerna dengan baik dan bahkan menimbulkan gangguan pencernaan / alergi yang ditandai dengan sering buang air besar sampai gatal-gatal.

Alergi ini disebabkan karena sistem pencernaan bayi belum mampu mencerna bahan pembentuk protein susu sapi yang memang berbeda dengan bahan pembentuk protein yang terkandung pada ASI (Air Susu Ibu). Atas dasar penolakan tubuh bayi atas protein susu sapi, masyarakat kemudian beranggapan bayi yang terkena alergi susu sapi sebaiknya diganti dengan susu soya/kedelai. Ini dikarenakan komposisi protein yang terkandung dalam susu soya/kedelai berbeda dengan protein susu sapi. Inilah alasan kenapa anda harus mencoba memberikan susu soya/kedelai kepada bayi yang alergi susu sapi.

Namun demikian menurut penelitian, 30% dari bayi yang terkena alergi susu sapi ternyata juga mengalami alergi susu soya/kedelai. Bagi anda yang termasuk dalam 70% lainnya memang masih bersukur bayi anda tidak alergi terhadap susu soya/kedelai. Anda yang termasuk dalam kategori 30% lainnya memang patut waspada, karena bayi anda tetap memerlukan susu sebagai pelengkap asupan gizi lain sebagai pengganti ASI.

Dewasa ini terdapat susu dengan formula terhidrolisa sebagian (partially hydrolyzed) maupun susu dengan formula terhidrolisa penuh (extensively hydrolyzed). Susu jenis ini cocok untuk diberkan kepada bayi yang alergi terhadap susu sapi maupun bayi yang alergi terhadap susu soya/kedelai. Protein yang terdapat pada kedua jenis susu ini telah di potong - potong sedemikian rupa sehingga sistem pencernaan bayi mudah untuk mencerna dan menyerap protein tersebut. Susu ini relative sulit untuk mencarinya jadi sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter anak untuk masalah ini.

Bagi bayi yang terlanjur alergi susu sapi, sebaiknya sangat menghindari komposisi protein susu sapi dalam formula susu sapi maupun makanan lain yang mengandung protein susu sapi agar alergi bayi tidak berlanjut. Alergi yang sangat akut bahkan dapat menimbulkan bahaya seperti kematian yang mendadak.

Riset membuktikan bahwa penyebab utama bayi alergi terhadap susu sapi adalah bayi tidak mendapat kolostrum (ASI yang keluar selama 2-3 bulan pertama sejak melahirkan). Untuk menghindari terjadiny alergi bayi terhadap susu sapi sebaiknya anda memberinya ASI sesegera mungkin setelah melahirkan. Perlu anda ketahui bahwa inisiasi untuk menyusu (oleh bayi) sangat ditentukan di masa-masa tersebut. Ibu pun lewbih mudah menyusui apa bila ibu bisa memberikan kolostrum awalnya kepada bayi.

sumber : Mira Retno S
Baca Informasi Bayi Alergi Terhadap Susu Sapi Lebih Lengkap >>