Sabtu, 08 Oktober 2011

Bayi Bisa Membedakan Benar Salah Sejak Usia 15 Bulan



Banyak yang berpikir seorang bayi belum mengerti apa-apa. Tapi studi menunjukkan bahwa kemampuan untuk membedakan yang benar dan salah sudah dimiliki sejak usia 15 bulan.

Para peneliti menuturkan dalam penelitian ini bayi memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang adil dan tidak adil seperti dalam pembagian makanan dengan orang lain. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran awal mengenai keadilan sehingga bisa membedakan mana yang benar dan salah.

"Temuan kami menunjukkan bahwa norma-norma seperti keadilan lebih cepat diperoleh dari yang kita duga, seperti bayi yang lebih sensitif terhadap pembagian makanan atau mainan yang tidak adil," ujar Jessica Sommerville, profesor psikologi dari University of Washington, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (8/10/2011).

Studi yang hasilnya diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE ini memperlihatkan 2 video singkat bayi berusia 15 bulan. Diketahui bayi menghabiskan banyak waktu untuk melihat bagaimana distribusi suatu makann dan melihat apakah ada seseorang yang mendapatkan lebih banyak dibanding orang lain.

"Bayi mengharapkan adanya distribusi yang sama dan adil dari makanan tersebut, dan mereka akan terkejut jika melihat satu orang mendapatkan biskuit atau susu lebih banyak dibanding yang lain," ujar Sommerville.

Sommerville mengungkapkan bayi cenderung melihat adanya keadilan dan ketidakadilan dengan cara mengamati bagaimana seseorang memperlakukan satu sama lain. Bayi akan terkejut jika ia melihat adanya perbedaan distribusi.

"Hasil percobaan menunjukkan pemahaman mengenai keadilan dan salah benar sudah ada sejak dini. Mereka bersedia berbagi dengan yang lain dan akan benar-benar sensitif terhadap adanya pelanggaran keadilan tersebut," ungkapnya.
Baca Informasi Bayi Bisa Membedakan Benar Salah Sejak Usia 15 Bulan Lebih Lengkap >>

Jumat, 30 September 2011

Melindungi Bayi Sebaiknya Tidak Ekstrim



Para ibu selalu mensterilkan botol susu, menggunakan sabun anti bakteri, pembersih, dan akan melakukan apapun demi kesehatan buah hati. Sayangnya, pada waktu bersamaan, jumlah anak yang menderita alergi bukannya menurun malah meroket jika dibandingkan 30-40 tahun silam. Mengapa bisa demikian? Apakah ada kemungkinan hal ini dikarenakan kita terlalu ekstrim dalam melindungi anak?

Cara kerja imun bayi

Perlu ibu ketahui, agar dapat berkembang maksimal, sistem imun buah hati (sayangnya) perlu berlatih 'memerangi' kuman. Bayi yang baru lahir memang mendapat perlindungan dari ASI yang ibu berikan, namun ASI sendiri takkan mampu melindunginya dari semua jenis bakteri/ kuman penyakit.

Ketika sistem imun bertemu dengan bakteri yang belum pernah dihadapinya sebelumnya, maka imun tersebut akan mengirim antibodi untuk melawan bakteri. Kadang bakterilah yang menang dan anak jadi sakit, mungkin demam atau batuk. Namun setidaknya dari pengalaman tersebut, sistem imun sudah 'merekam' si bakteri, dan lain hari saat bakteri itu menyerang lagi, maka sistem imun sudah lebih siap menghadapinya.

Suntikan imunisasi juga bekerja dengan prinsip yang sama, memperkenalkan jenis bakteri/ kuman dengan sistem imun sehingga imun bisa siap menghadapi serbuan kuman yang lebih besar nantinya. Melihat cara kerja sistem imun di atas, boleh dikata bahwa perlindungan yang terlalu ekstrim justru hanya akan melemahkan daya tahan tubuh anak.

Lalu, bagaimana cara melindungi bayi dengan sewajarnya?

1. Cuci tangan. Seiring bertumbuhnya buah hati, ajari ia untuk melakukannya juga, terutama setelah dari WC atau sebelum makan.

2. Tetap sterilkan botol susu dan pentilnya. Susu merupakan sarang bakteri yang bisa menyebabkan timbulnya radang lambung dan usus. Selalu buang susu tersisa, tak perlu memanaskannya ulang karena bisa memicu pertumbuhan bakteri.

3. Bersihkan area pantat secara teratur untuk mencegah timbulnya ruam dan infeksi akibat pemakaian popok. Untuk bayi perempuan, cara membersihkannya adalah dari depan ke belakang.

4. Hati-hati terhadap makanan. Biarkan makanan beku hingga kembali ke suhu kamar sebelum diolah. Ibu juga perlu mewaspadai pengolahan telur, selalu masak telur hingga matang untuk menghindari infeksi bakteri salmonella. Sedapat mungkin jauhkan telur mentah dalam kulkas dari makanan lainnya. Jika ibu memanaskan ulang makanan (lakukan hanya sekali saja), panasi dengan temperatur tinggi, dan biarkan makanan hingga benar-benar dingin sebelum disimpan dengan wadah di dalam kulkas.
Baca Informasi Melindungi Bayi Sebaiknya Tidak Ekstrim Lebih Lengkap >>

Membuat Bayi Gemar Membaca



Membaca adalah jendela dunia, Anda bisa menjelajahi apapun tanpa batas dalam sebuah buku. Tentunya akan sangat membanggakan bila buah hati Anda tumbuh menjadi sosok yang gemar membaca dan menjelajahi dunia dalam bantuan buku. Selain mendapa pengetahuan, banyak manfaat lain yang didapatkan dari membaca, salah satunya adalah mengembangkan imajinasi yang tidak didapat dari kegiatan menonton televisi.

Anak yang memiliki imajinasi baik biasanya akan tumbuh menjadi sosok yang kaya akan ide-ide baru, inspiratif dan kreatif. Anda bisa mulai mengenalkan kegemaran membaca pada buah hati Anda sedini mungkin. Tidak akan sulit, karena mengenalkan buku pada buah hati semudah memberinya mainan plastik. Tentu saja mengenalkan buku akan jauh lebih bermanfaat untuknya. Seperti dilansir situs Parenting, inilah cara yang bisa Anda tempuh agar bayi dan balita Anda hobi membaca buku.

1. Bicara Pada Bayi Sejak Lahir


Sekalipun bayi terlihat tidak memberikan respon apapun saat Anda berbicara dengannya, tetapi apa yang Anda ucapkan akan terekam di dalam otaknya. Saat dia mendengar banyak kata yang Anda ucapkan, maka dia akan terbiasa dengan kata-kata tersebut dan ini penting sebagai persiapan untuknya saat belajar membaca.

2. Pangku Bayi Anda.


Saat bayi Anda sudah bisa dipangku, maka ajaklah dia berkenalan dengan benda barunya, yaitu buku. Posisi yang nyaman adalah dipangku karena si bayi akan merasa paling nyaman bila dekat dengan ibunya, lakukan pada saat bayi merasa senang.

3. Biarkan Dia Memegang Bukunya

Benda apapun yang Anda tawarkan pada bayi Anda, akan menjadi sesuatu yang menarik perhatiannya, maka kemungkinan bayi Anda akan memegang dan menggigit buku yang Anda berikan. Biarkan saja, biarkan bayi Anda mengenal dan akrab dengan mainan barunya.

4. Pilih Buku Yang Tepat

Karena bayi Anda baru mengenal buku, pilih buku yang sekiranya tidak membuat si bayi merasa bosan. Misalnya buku dengan gambar 3D, atau buku dengan tulisan yang bersajak (biasanya dalam buku anak berbahasa Inggris) misalnya Hickory Dickory Dock. Ini akan lebih membantu si bayi melihat tulisan besar dan mengingat apa yang Anda katakan dari tulisan tersebut.

5. Perluas Kosa Kata

Saat bayi Anda telah sedikit besar, maka dia akan mulai mengucapkan kata-kata yang lebih mirip bergumam. Anda harus mengarahkan si balita dengan cara yang benar untuk memperbanyak perbendaharaan kata. Misalnya balita Anda mengatakan "Buu buu..." saat melihat buku, maka jawablah "Iya benar, ini buku. Buku warna biru," Maka secara tidak langsung, dia akan merekam kata-kata yang lain.

6. Jadilah Model Mereka

Balita akan menyerap apa saja. Anda tidak bisa berharap balita Anda akan gemar membaca jika Anda sendiri tidak pernah terlihat membaca di depannya. Maka habiskan waktu Anda bersamanya dengan juga membaca. Contoh yang Anda berikan akan meningkatkan motivasi balita untuk melakukan hal yang sama dengan orang tuanya.

7. Buat Mudah

Jangan meletakkan buku terlalu tinggi atau meletakkannya di dalam lemari yang terkunci. Pilah buku mana yang bisa diberikan untuk balita Anda, mana yang tidak. Biasanya balita yang belum bisa membaca akan meminta Anda untuk membacakan buku tersebut. Jika dia terus minta dibacakan buku kesukaannya berulang-ulang, jangan bosan. Pengulangan akan membuat balita semakin menyerap isi buku tersebut.

8. Buat Jadi Menyenangkan

Sekalipun penting, jangan membuat kegiatan membaca menjadi sesuatu yang menakutkan bagi bayi Anda. Buatlah kegiatan ini menjadi kegiatan yang menyenangkan seperti sebuah permainan. Nikmati kegiatan ini dengan diselingi menyanyi atau bermain kata, pasti akan sangat menyenangkan.

Tunggu apalagi? Ajak bayi Anda berkelana di dalam sebuah buku dan biarkan imajinasinya mengembara.
Baca Informasi Membuat Bayi Gemar Membaca Lebih Lengkap >>