Tampilkan postingan dengan label Sleep Apnea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sleep Apnea. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Agustus 2011

Sleep Apnea, Apa Itu?



Sleep apnea yang dikenal sebagai henti napas saat tidur, merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan mendengkur dan rasa kantuk berlebihan. Pada orang dewasa, sleep apnea menjadi penyebab hipertensi, penyakit jantung, diabetes, hingga strokes. Sleep apnea pada anak mengganggu tumbuh kembangnya.

Pada anak yang sedang tidur mendengkur, saat dengkuran menghilang, anak tampak merasa sesak seolah tercekik. Sebenarnya, saat itu yang terjadi adalah penyempitan jalan nafas yang mengakibatkan udara tidak bisa masuk dan keluar. Akibat oksigen yang merosot dan kadar karbondioksida yang banyak, anak akan terbangun disertai suara hentakan keras seolah nafas baru terbebas.

Episode bangun ini disebut episode bangun mikro, karena walau gelombang otak terbangun, tetapi anak tidak terjaga. Ini akan terus berulang sepanjang malam hingga mengganggu kualitas tidur. Akibatnya, kualitas tidur anak akan berkurang dan justru anak akan menjadi lebih aktif secara fisik.

Cukup tidur memang penting untuk bayi dan balita. Saat tidur, otak memproses memori dan pengetahuan baru. Tidak hanya itu, otot, kulit, sistem jantung, pembuluh darah, tulang, dan metabolisme tubuh juga mengalami pertumbuhan pesat saat bayi anda terlelap karena saat tidur, tubuh anak memproduksi hormon pertumbuhan lebih banyak dibanding saat dia terjaga. Anak yang kurang tidur akan rewel karena untuk melawan rasa kantuknya anak justru semakin aktif. Efek samping kurang tidur pada anak berpengaruh pada banyak hal.

Fisik
Karena banyak hormon pertumbuhan dikeluarkan optimal pada saat tidur, maka kurang tidur akibat sleep apnea bisa membuat pertumbuhan fisik anak terganggu.

Kognitif
Tidur mimpi berperan dalam perkembangan kognitif dan emosional anak. Ketika anak bermimpi, kemampuan otaknya berkembang. Tidur mimpi biasanya ditandai dengan gerak cepat bola mata atau REM (Rapid Eye Movement). Anak yang menderita sleep apnea, perkembangan otaknya akan terganggu dan potensi yang seharusnya berkembang akan hilang selamanya.

Gerak
Kondisi kurang tidur pada anak dapat mengganggu perkembangan saraf dan otot-ototnya. Pada anak yang menderita gangguan tidur, gerak motorik kasar lebih berkembang dibanding gerak motorik halusnya.

Mental dan Emosional
Anak yang kurang tidur lebih mudah rewel dan anak, serta tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan orangtuanya.
Baca Informasi Sleep Apnea, Apa Itu? Lebih Lengkap >>

Senin, 01 Agustus 2011

11 Penyakit yang Sering Dialami Bayi di Tahun Pertamanya



Inilah 11 penyakit yang sering dialami bayi di tahun pertamanya. Kenali agar ibu tidak mudah panik ketika bayi tiba-tiba sakit, namun tetap waspada.

1. Apnea (tidak bernapas spontan). Apnea merupakan penyakit dimana seseorang tidak bernapas selama beberapa detik secara spontan ketika tidur. Tidak hanya orang dewasa, bayi yang baru lahir dan khususnya bayi prematur pun bisa mengalami apnea.

2. Sesak napas. Bayi yang mengalami sesak napas akan mengalami kesulitan saat menarik napas, atau napas bayi berbunyi disertai batuk. Waspada jika wajah bayi menjadi kebiruan akibat kekurangan oksigen.

3. Ruam popok. Ruam popok merupakan penyakit yang membuat kulit bayi iritasi. Biasanya iritasi ini disebabkan karena pemakaian popok yang tidak benar.

4. Kuning (jaundice). Penyakit kuning ini biasanya membuat kulit dan mata bayi berwarna kuning. Sampai batas-batas tertentu, penyakit ini tidak berbahaya, tapi ibu perlu waspada jika kuning pada bayi tidak kunjung hilang.

5. Eksim susu (dermatitis atopi). Eksim susu merupakan salah satu masalah kulit paling umum ditemukan pada bayi. Mitosnya, dinamakan eksim susu karena ASI yang mengenai kulit di sekitar mulut bayi yang menyebabkan bercak merah. Benarkah?

6. Batuk pilek. Virus bisa menjadi penyebab penyakit ini menyerang bayi. Segera bawa ke dokter jika bayi batuk pilek hingga kemampuan minumnya berkurang, atau tidak sembuh lebih dari seminggu.

7. Infeksi saluran napas. Infeksi saluran napas merupakan segala bentuk infeksi yang menyerang saluran pernapasan atas (ISPA). Tak jarang juga saluran pernapasan bawah. Infeksi saluran napas ini bisa saja terjadi pada bayi baru lahir (newborn).

8. Infeksi telinga tengah. Infeksi telinga tengah menyerang salah satu bagian telinga, yaitu telinga bagian tengah atau daerah sekitar gendang telinga.

9. Sembelit. Biasanya terjadi karena bayi kekurangan cairan atau akibat perubahan makanan dan dimulainya pemberian makanan padat pertama. Waspada jika sembelit masih terjadi sampai lebih dari satu bulan.

10. Muntah. Muntah bisa terjadi karena bayi kekenyangan, terlalu banyak udara dalam lambung, dan sebagainya. Waspada bila bayi terus menerus muntah tanpa henti.

11. Diare. Virus yang biasa disebut rotavirus seringkali menjadi penyebab diare, di samping penyebab-penyebab lainnya. Ibu harus waspada jika diare disertai darah.
Baca Informasi 11 Penyakit yang Sering Dialami Bayi di Tahun Pertamanya Lebih Lengkap >>