Tampilkan postingan dengan label Sesak Napas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sesak Napas. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 September 2011

Waspada, Gendongan Bayi Sebabkan Kematian Mendadak



Orangtua yang suka menggendong bayinya diingatkan untuk waspada menyusul kematian bayi di Australia. Gendongan bayi yang dijual di pasaran dinilai bisa menyebabkan bayi sesak napas, sehingga lebih rentan mengalami kematian mendadak.

Peringatan ini disampaikan menyusul kematian bayi berusia 2 hari di Adelaide, baru-baru ini. Saat ditemukan dalam kondisi lemas, bayi tersebut sedang digendong dengan sling atau gendongan bayi yang banyak dijual di toko-toko peralatan bayi.

Seperti dipublikasikan dalam Medical Journal of Australia, penyebab kematian bayi tersebut memang belum bisa dipastikan. Namun diakui oleh para ahli, penggunaan alat gendong yang cukup populer di kalangan ibu-ibu masa kini merupakan faktor risiko pada kasus tersebut.

"Bayi jika ditempatkan dalam posisi tertentu, termasuk pada kursi pengaman di mobil, bisa mengalami peningkatan risiko kekurangan oksigen, atau bahkan kematian," tulis Prof Roger Byard dan Dr John Gilbert dalam jurnal tersebut seperti dikutip dari News.com.au, Senin (19/9/2011).

Para peneliti tersebut menduga, desain serta bahan yang lembut pada gendongan bayi tersebut justru menyebabkan bayi mudah tertidur pada posisi yang tidak sehat. Posisi yang dikatakan tidak normal bagi bayi untuk tidur ini dapat menekan saluran napas.

Sebelumnya, kematian mendadak saat menggunakan sling atau gendongan bayi sudah sering dilaporkan di negara lain seperti Amerika Serikat dan Kanada. Di kedua negara tersebut, tercatat sudah 16 anak yang meninggal saat digendong sehingga standar keamanan produknya kini makin diperketat.

Selama 2010 saja, lebih dari 1 juta produk gendongan bayi buatan Infantio ditarik dari peredaran dengan alasan keamanan menyusul kematian 3 bayi saat memakai gendongan tersebut. Oleh karena itu, Komisi Keselamatan Produk di Amerika Serikat menyerukan agar produk semacam itu tidak dipakai pada anak usia di bawah 4 bulan.
Baca Informasi Waspada, Gendongan Bayi Sebabkan Kematian Mendadak Lebih Lengkap >>

Senin, 01 Agustus 2011

11 Penyakit yang Sering Dialami Bayi di Tahun Pertamanya



Inilah 11 penyakit yang sering dialami bayi di tahun pertamanya. Kenali agar ibu tidak mudah panik ketika bayi tiba-tiba sakit, namun tetap waspada.

1. Apnea (tidak bernapas spontan). Apnea merupakan penyakit dimana seseorang tidak bernapas selama beberapa detik secara spontan ketika tidur. Tidak hanya orang dewasa, bayi yang baru lahir dan khususnya bayi prematur pun bisa mengalami apnea.

2. Sesak napas. Bayi yang mengalami sesak napas akan mengalami kesulitan saat menarik napas, atau napas bayi berbunyi disertai batuk. Waspada jika wajah bayi menjadi kebiruan akibat kekurangan oksigen.

3. Ruam popok. Ruam popok merupakan penyakit yang membuat kulit bayi iritasi. Biasanya iritasi ini disebabkan karena pemakaian popok yang tidak benar.

4. Kuning (jaundice). Penyakit kuning ini biasanya membuat kulit dan mata bayi berwarna kuning. Sampai batas-batas tertentu, penyakit ini tidak berbahaya, tapi ibu perlu waspada jika kuning pada bayi tidak kunjung hilang.

5. Eksim susu (dermatitis atopi). Eksim susu merupakan salah satu masalah kulit paling umum ditemukan pada bayi. Mitosnya, dinamakan eksim susu karena ASI yang mengenai kulit di sekitar mulut bayi yang menyebabkan bercak merah. Benarkah?

6. Batuk pilek. Virus bisa menjadi penyebab penyakit ini menyerang bayi. Segera bawa ke dokter jika bayi batuk pilek hingga kemampuan minumnya berkurang, atau tidak sembuh lebih dari seminggu.

7. Infeksi saluran napas. Infeksi saluran napas merupakan segala bentuk infeksi yang menyerang saluran pernapasan atas (ISPA). Tak jarang juga saluran pernapasan bawah. Infeksi saluran napas ini bisa saja terjadi pada bayi baru lahir (newborn).

8. Infeksi telinga tengah. Infeksi telinga tengah menyerang salah satu bagian telinga, yaitu telinga bagian tengah atau daerah sekitar gendang telinga.

9. Sembelit. Biasanya terjadi karena bayi kekurangan cairan atau akibat perubahan makanan dan dimulainya pemberian makanan padat pertama. Waspada jika sembelit masih terjadi sampai lebih dari satu bulan.

10. Muntah. Muntah bisa terjadi karena bayi kekenyangan, terlalu banyak udara dalam lambung, dan sebagainya. Waspada bila bayi terus menerus muntah tanpa henti.

11. Diare. Virus yang biasa disebut rotavirus seringkali menjadi penyebab diare, di samping penyebab-penyebab lainnya. Ibu harus waspada jika diare disertai darah.
Baca Informasi 11 Penyakit yang Sering Dialami Bayi di Tahun Pertamanya Lebih Lengkap >>