Tampilkan postingan dengan label Pertumbuhan Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertumbuhan Bayi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 September 2011

Melindungi Bayi Sebaiknya Tidak Ekstrim



Para ibu selalu mensterilkan botol susu, menggunakan sabun anti bakteri, pembersih, dan akan melakukan apapun demi kesehatan buah hati. Sayangnya, pada waktu bersamaan, jumlah anak yang menderita alergi bukannya menurun malah meroket jika dibandingkan 30-40 tahun silam. Mengapa bisa demikian? Apakah ada kemungkinan hal ini dikarenakan kita terlalu ekstrim dalam melindungi anak?

Cara kerja imun bayi

Perlu ibu ketahui, agar dapat berkembang maksimal, sistem imun buah hati (sayangnya) perlu berlatih 'memerangi' kuman. Bayi yang baru lahir memang mendapat perlindungan dari ASI yang ibu berikan, namun ASI sendiri takkan mampu melindunginya dari semua jenis bakteri/ kuman penyakit.

Ketika sistem imun bertemu dengan bakteri yang belum pernah dihadapinya sebelumnya, maka imun tersebut akan mengirim antibodi untuk melawan bakteri. Kadang bakterilah yang menang dan anak jadi sakit, mungkin demam atau batuk. Namun setidaknya dari pengalaman tersebut, sistem imun sudah 'merekam' si bakteri, dan lain hari saat bakteri itu menyerang lagi, maka sistem imun sudah lebih siap menghadapinya.

Suntikan imunisasi juga bekerja dengan prinsip yang sama, memperkenalkan jenis bakteri/ kuman dengan sistem imun sehingga imun bisa siap menghadapi serbuan kuman yang lebih besar nantinya. Melihat cara kerja sistem imun di atas, boleh dikata bahwa perlindungan yang terlalu ekstrim justru hanya akan melemahkan daya tahan tubuh anak.

Lalu, bagaimana cara melindungi bayi dengan sewajarnya?

1. Cuci tangan. Seiring bertumbuhnya buah hati, ajari ia untuk melakukannya juga, terutama setelah dari WC atau sebelum makan.

2. Tetap sterilkan botol susu dan pentilnya. Susu merupakan sarang bakteri yang bisa menyebabkan timbulnya radang lambung dan usus. Selalu buang susu tersisa, tak perlu memanaskannya ulang karena bisa memicu pertumbuhan bakteri.

3. Bersihkan area pantat secara teratur untuk mencegah timbulnya ruam dan infeksi akibat pemakaian popok. Untuk bayi perempuan, cara membersihkannya adalah dari depan ke belakang.

4. Hati-hati terhadap makanan. Biarkan makanan beku hingga kembali ke suhu kamar sebelum diolah. Ibu juga perlu mewaspadai pengolahan telur, selalu masak telur hingga matang untuk menghindari infeksi bakteri salmonella. Sedapat mungkin jauhkan telur mentah dalam kulkas dari makanan lainnya. Jika ibu memanaskan ulang makanan (lakukan hanya sekali saja), panasi dengan temperatur tinggi, dan biarkan makanan hingga benar-benar dingin sebelum disimpan dengan wadah di dalam kulkas.
Baca Informasi Melindungi Bayi Sebaiknya Tidak Ekstrim Lebih Lengkap >>

Minggu, 28 Agustus 2011

Hati-hati Terhadap Kejamnya Kereta Dorong Bayi



Menurut ahli kesehatan anak terkemuka asal Australia, ibu yang menggendong bayi menghadap ke depan dinilai kejam dan egois. Begitu juga dengan yang menaruh bayi di kereta dorong yang menghadap jauh dari orang tua.

Cathrine Fowler, seorang profesor keperawatan anak dan kesehatan keluarga, mengklaim anak-anak akan ketakutan jika dibawa dalam gendongan atau didorong di kereta bayi tanpa terlihat dari orang tua.

"Bayangkan jika Anda sendiri diikat ke dada seseorang dengan kaki dan tangan menggapai-gapai, tanpa kontrol ke dalam satu pusat perbelanjaan yang padat, itu pastinya akan menakutkan," kata Profesor Fowler seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (22/8). Maka itulah ia menyimpulkan menggendong bayi menghadap depan akan menciptakan situasi yang sangat stress bagi anak.

Komentar Profesor Fowler itu tak hanya diterapkan untuk bayi yang baru lahir, tetapi juga anak-anak sampai usia satu tahun.

Komentar itu dilontarkannya berdasarkan studi pada 2008 yang menemukan bahwa bayi akan menderita bila mereka tal dapat melihat orang tua mereka saat berada di dalam kereta dorong. Dalam penelitian oleh University of Dundee itu, akademisi menemukan bahwa kereta bayi yang menghadapi ke depan bisa membuat anak menjadi mudah cemas saat dewasa. Anak-anak akan merasa sulit mendapatkan perhatian orang tua mereka. Sebaliknya, metode tradisional dengan menggunakan kereta bayi yang menghadap orang tua membuat bayi akan lebih mungkin untuk tertawa, mendengarkan ibu mereka berbicara, dan mudah tidur. Itu otomatis yang menunjukkan tingkat stres yang lebih rendah.
Baca Informasi Hati-hati Terhadap Kejamnya Kereta Dorong Bayi Lebih Lengkap >>

Kamis, 11 Agustus 2011

8 Tindakan yang Membantu Perkembangan Otak Bayi



Bayi menghabiskan hampir waktu terjaganya untuk menendang, melompat, atau mengayunkan lengannya. Bagi orang dewasa, aktivitas ini terlihat seperti gerakan biasa saja, padahal hal itu penting untuk menyadari bahwa bayi tak selalu "cuma bergerak" atau "cuma main-main". Setiap tindakan dan gerakan bayi penting untuk perkembangan bayi dalam hal-hal tertentu. Pergerakan tubuh membantu membentuk jalinan sel saraf dan sambungan pada otak ke seluruh tubuh, mulai dari bayi hingga dewasanya. Berikut adalah gerakan-gerakan yang penting untuk bayi:

1. Ayun-ayun bayi saat dipeluk
Saat si bayi menangis, kebanyakan orangtua secara intuitif akan menggendong sambil mengayunkan si bayi untuk menenangkannya. Anda tahu bahwa gerakan ini kemungkinan bisa menenangkan bayi. Namun, tahukah Anda bahwa gerakan ini juga bisa membantu perkembangan sistem vestibular (sistem gerak dan keseimbangan) anak, sekaligus memberinya ketenangan lewat sentuh, sensasi, serta menenangkan anak. Namun, pergerakan dan sensasi ini juga memicu perkembangan awal otak anak dan persiapan pertumbuhan visualnya. Perhatikan ayunannya juga, jangan terlalu kuat karena si anak bisa mual.

2. Berguling
Pergerakan pertama bayi sifatnya refleksif atau tidak disengaja. Berguling adalah gerakan yang diupayakan dan Anda bisa membantu anak berlatih berguling dengan dorongan sedikit. Saat bayi telentang, duduk di dekat kepalanya, sambil menggenggam mainan di atas kepalanya. Saat Anda sudah mendapatkan perhatian si anak, gerakkan perlahan mainan tersebut ke salah satu sisi tubuh si bayi sambil memberinya dorongan untuk menggapai mainan itu. Jika si bayi berguling, berikan mainan itu padanya. Anda bisa ulangi mainan itu di lain waktu.

3. Tumpukkan
Permainan tumpuk, Anda duduk, bayi berbaring di depan Anda, kakinya disampirkan di kedua paha atas Anda, sambil Anda berinteraksi dengannya, mengimitasi gerakan, saling sentuh, dan tepuk tangan ritmis, bisa memberi kesempatan bayi melihat, merasakan sentuh, serta mendengar suara Anda.

4. "Menyeberang"
Bayangkan tubuh bayi memiliki satu garis lurus dari atas tubuh ke bawah, yang membedakan kiri dan kanan bagian tubuhnya. Saat ia berbaring, coba iming-imingi ia benda yang ia sukai, awali dari bagian depan tubuhnya, lalu pelan, arahkan benda itu ke bagian yang berlawanan dengan tangan yang mencoba menggapai, kalau ia mengulurkan kedua tangannya, tahan salah satu tangannya. Dengan begini ia akan melatih saraf-saraf yang berseberangan antara otak kiri dan kanan. Nantinya, saat bayi mulai merangkak, letakkan benda atau mainan berwarna terang di atasnya supaya ia berusaha menggapai. Lakukan permainan ini selama ia menikmati permainan dengan tertawa.

5. Main air

Saat bayi sudah bisa duduk tanpa dibantu, coba letakkan ia duduk di sebuah ember besar berisi air hangat yang tingginya hanya mencapai pahanya. Jangan lepaskan pandangan Anda darinya. Ajak ia untuk bermain dengan air tersebut, bermain percik air akan membantunya melatih koordinasi tangan dan mata, serta melatih perut bagian atasnya.

6. Latihan berdiri
Membuat anak-anak belajar jalan atau berdiri terlalu cepat bukanlah ide yang bagus. Bayi akan mendapati kemampuan ini saat ia sudah merasa cukup mampu, tetapi mereka memang butuh bantuan dan kesempatan. Sebelum si bayi mendapati ia sudah siap untuk belajar berdiri atau berjalan, pastikan ia punya kesempatan untuk mencoba belajar berdiri sambil berpegangan pada benda-benda kokoh, seperti sofa atau meja yang kokoh. Jika Anda melihat ia mencoba berdiri sambil berpegangan dengan benda-benda yang berbahaya dan tidak kokoh, bantulah ia berdiri dan letakkan ia pada lokasi yang lebih aman. Jangan lupa untuk perhatikan dia, begitu Anda bantu ia berdiri, ada kemungkinan ia butuh bantuan untuk duduk kembali.

7. Latihan berjalan
Pada waktunya bayi akan belajar berjalan menggunakan bantuan furnitur. Saat ia berjalan tanpa bantuan, bayi akan menikmati menarik, mendorong, atau membawa obyek tertentu. Tak hanya aktivitas ini memberi latihan motorik anak, tetapi juga membantu pemahaman sebab-akibat pada anak.

8. Bergerak
Bayi perlu bergerak. Sulit untuk memahami apa dan mengapa alasan dari masing-masing gerakan. Namun, gerakan dibutuhkan oleh bayi untuk melatih motorik dan perkembangan otaknya. Berikan waktu, ruang, dan kesempatan untuk bayi bergerak.
Baca Informasi 8 Tindakan yang Membantu Perkembangan Otak Bayi Lebih Lengkap >>

Minggu, 07 Agustus 2011

Alternatif Sehat Bagi Si Kecil



Tubuh bayi itu tampak kurus dan lemah. Terdapat benjolan sebesar bola bekel di selangkangan dan ketiaknya. Kondisi bayi yang berumur empat bulan itu sudah kritis ketika dibawa oleh ibunya ke Layanan Kesehatan Cuma-Cuma, Jakarta. Dokter yang memeriksa menyimpulkan bayi tersebut sakit karena keracunan susu formula. Ibu sang bayi mengaku menderita hepatitis sehingga tidak mampu menyusui.

Melihat kondisi tersebut, Sekretaris Jenderal Asosiasi Ibu Menyusui Farahdibha Tenrilemba kemudian memberikan akses kepada bayi itu agar mendapatkan donor air susu ibu (ASI). Selain itu, sang ibu juga diberi pelatihan agar dapat menyusui bayinya. Mengurangi ketergantungan bayi kepada susu formula, menurut dia, bukan perkara gampang. Perubahan rasa manis ke tawar biasanya yang menjadi penyebab bayi tidak menyukai ASI. Namun, dengan proses merangsang produksi ASI atau relaktasi, kendala tersebut bisa disiasati.

Ada banyak alasan para ibu tidak memberikan ASI esklusif. Sebagian besar, menurut Farahdibah, karena faktor psikologis. Tekanan pekerjaan, produksi ASI sedikit, dan tidak mendapat dukungan keluarga biasanya yang menjadi pemicu. Padahal secara statistik, hanya satu dari seribu ibu yang tidak dapat menyusui bayinya. Namun, ada juga alasan medis yang membuat wanita tidak dapat menyusui, seperti terinfeksi HIV, tuberkolosi, atau kekurangan gizi. Jika hal itu terjadi, maka susu formula bisa menjadi pilihan terakhir dalam mencukupi kebutuhan gizi bayi.

Susu formula berasal dari susu sapi segar yang telah melewati proses pasteurisasi atau pemanasan pada suhu tinggi. Beberapa produsen kemudian menambah kandungan kalori, protein, dan mineral yang tinggi pada susu, sebelum dikemas dengan steril. Jenis susu ini mudah diserap pencernaan bayi karena memiliki komposisi lemak yang tidak panjang.

Menurut Sekretaris Jenderal Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia, dokter Saptawati Bardosono, penggunaan susu formula harus berdasarkan rekomendasi dokter. Komposisi susu formula memang disusun mendekati gizi ASI. Tapi produk itu bukan berarti tanpa risiko bagi si kecil. Penelitian yang dilakukan di negara maju menunjukkan ada banyak risiko dari meminum susu formula. Infeksi telinga tengah, diare, asma, kegemukan, diabetes mellitus, hingga sindrom kematian bayi mendadak, hanyalah sebagian dari risikonya bila digunakan secara tak hati-hati.

Karena itu, ahli naturopati Riani Susanto merekomendasikan bayi meminum susu organik yang berasal dari hewan atau tumbuhan sebagai penggganti susu formula. Susu kemasan ataupun formula yang berasal dari perahan sapi industri, menurut dia, tidak aman dikonsumsi. Sapi-sapi itu biasanya telah disuntik hormon dan diberi antibiotik sehingga mencemari susu.

Hewan-hewan yang menghasilkan susu organik dipelihara secara alami di lahan terbuka, tanpa diberi hormon, antibiotik atau rekayasa genetik. Untuk susu dari kedelai, tanamannya tidak diberi pestisida dan bahan kimia lain. Produk akhir susu organik diolah tanpa perasa dan pemanis buatan. Proses pembuatan ini membuat harganya lebih mahal dibanding susu kemasan lain. Di negara maju jenis susu tersebut sudah banyak diproduksi. Alokasi subsidi pemerintah ke sektor peternakan turut mendorong keberhasilan produk tersebut. Para peternak menjadi melek teknologi, sadar pada kelestarian lingkungan, dan risiko kesehatan.

Di Indonesia produk susu organik masih jarang diperjualbelikan. Para peternak lokal masih dalam tahap menyediakan susu segar. Namun, hewan atau tanaman penghasil susunya belum diolah secara organik. Susu segar lokal biasanya telah melewati proses pasteurisasi, kemudian dikemas dengan steril, tanpa tambahan kandungan gizi. Namun karena susu segar biasanya berasal dari industri rumahan, faktor kebersihan dan kandungan nutrisi di dalamnya biasanya tidak terjamin. Saptawati tidak menyarankan anak berumur di bawah satu tahun mengkonsumsi susu segar.

Susu sapi murni, kata dia, memiliki kandungan protein dan garam mineral tinggi. Hal ini membuat susu sulit dicerna usus bayi dan membebani fungsi ginjal. “Kandungan gizi susu sapi murni tidak sesuai dengan kebutuhan bayi,” ujar dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu. Hal serupa juga terjadi untuk susu yang berasal dari hewan lainnya. Susu kedelai, menurut dia, bukanlah susu, dalam arti bisa memberi zat gizi untuk bayi. Ia menyarankan bayi yang diberi susu kedelai tetap diberikan ASI atau susu formula sesuai dengan rekomendasi dokter.

Orang tua bisa memberikan susu segar kepada anak berusia satu hingga lima tahun, sebagai alternatif susu sapi formula. Metabolisme anak umur satu hingga lima tahun sudah dapat mengkonsumsi susu cair. Dari segi harga, susu segar relatif lebih murah dibandingkan susu formula. Bahan bakunya bisa berasal dari susu hewan atau keledai.

Selain dari sapi, susu segar yang umum dipasarkan saat ini adalah susu kambing. Susu ini memiliki asam lemak lebih pendek ketimbang dari sapi sehingga mudah dicerna anak. Selain itu, susu kambing bisa menjadi pilihan untuk anak yang menderita alergi terhadap susu sapi, baik dalam bentuk bubuk maupun cair. Alergi bisa terjadi karena anak tidak punya atau kekurangan enzim laktase sehingga tidak mampu mencerna laktosa dalam susu sapi.

Kandungan serat susu kedelai bermanfaat memberi energi pada anak, ditambah lagi vitamin B, E, dan K yang terdapat pada susu ini. Meski kandungan proteinnya lebih rendah dibanding susu sapi — dua gelas susu kedelai setara dengan satu gelas susu sapi-namun harganya lebih lebih murah dibandingkan jenis susu lain, menjadikan susu kedelai sebagai alternatif yang baik.

Dokter spesialis anak Rifan Fauzie menilai, anak berumur satu hingga lima tahun membutuhkan susu sebagai pelengkap gizi. Anak yang sudah dapat menerima makanan padat, membuat asupan protein bisa diperoleh dari tempe, tahu, dan kacang-kacangan.

Orang tua yang memilih susu segar untuk anak, harus memperhatikan proses penyajian dengan benar. Seringkali dalam porses pasteurisasi ataupun pemanasan, kandungan vitamin dan mineral pada susu malah hilang. Ditambah lagi, pemrosesan yang tidak benar membuat bakteri jahat pada susu masuk ke tubuh anak.

Jika bayi tidak memiliki akses terhadap ASI dan susu formula karena faktor keuangan, Rifan menyarankan orang tua kembali ke air tajin. Air ini merupakan cairan hasil dari menanak nasi. Kandungannya terdapat karbohidrat yang berasal dari beras, tapi gizinya jauh di bawah susu hewan, kedelai, ataupun ASI. “Tapi ini harus alternatif paling akhir.”
Baca Informasi Alternatif Sehat Bagi Si Kecil Lebih Lengkap >>

Jumat, 05 Agustus 2011

Manfaat dan Tata Cara Pijat Bayi



Siapa bilang kebiasaan memijat bayi itu kuno? Ternyata pijat bayi itu sangat besar manfaatnya untuk si kecil buah hati yang baru lahir ke dunia ini.

Bayi-bayi prematur yang dipijat secara teratur setiap hari menunjukkan perkembangan fisik dan emosional yang lebih baik ketimbang bayi-bayi yang tidak dipijat. Selain itu berat badan bayi prematur yg dipijat akan mengalami peningkatan berat badan 20 hingga 40 persen dibandingkan yang tidak dipijat.

Dan hal ini telah dibuktikan oleh para ahli di Fakultas Kedokteran Universitas Miami pada tahun 1986. Dipimpin oleh Tiffany M Field PhD. Selain itu, katanya, bayi-bayi yang dipijat selama lima hari saja, daya tahan tubuhnya akan mengalami peningkatan sebesar 40 persen dibanding bayi-bayi yang tidak dipijat.

Pijat bayi ternyata bukan hanya berpengaruh pada pertumbuhan fisik dan emosional bayi. Jika dilakukan oleh ayah misalnya, maka pijat bayi itu bisa meningkatkan produksi ASI (Air Susu Ibu) pada tubuh ibu dan disebut ”pemberdayaan ayah,” . Tapi bagaimana penjelasannya?

Ketika seorang ayah berinisiatif memijat si bayi, hal itu akan menimbulkan perasaan positif pada istri. Inisiatif suami ini membuat istri merasa disayang, nyaman, dan perasaan positif lainnya. Dan perasaan seperti ini akan merangsang produksi hormon oksitosin. Untuk diketahui, hormon ini sangat berguna untuk memperlancar produksi ASI. Penelitian menunjukkan, 80 persen produksi hormon oksitosin dipengaruhi oleh kondisi psikis ibu.

Selain itu, pijat bayi akan membuat bayi cepat lapar. Makin banyak ASI disedot oleh bayi (menyusui), maka produksi ASI makin meningkat. Ini karena dalam proses produksi ASI berlaku hukum supply and demand. Artinya, makin banyak ASI dikeluarkan, makin banyak pula ASI diproduksi. Begitu pula sebaliknya.

Tata cara pemijatan

Mengingat manfaatnya yang tidak kecil, sudah sepantasnya para orangtua menerapkan terapi sentuhan ini pada bayi mereka. Bagaimana caranya, ikuti tips berikut ini.

Sebelum mulai memijat, lakukan beberapa langkah persiapan, yaitu:

* Mencuci tangan.

* Hindari kuku dan perhiasan yang bisa menggores kulit bayi.

* Ruang untuk memijat usahakan hangat dan tidak pengap.

* Bayi selesai makan atau tidak berada dalam keadaan lapar.

* Usahakan tidak diganggu dalam waktu lima belas menit untuk melakukan

Proses pemijatan.

* Baringkan bayi di atas kain rata yang lembut dan bersih.

* Ibu/ayah duduk dalam posisi nyaman.

* Sebelum memijat, mintalah izin kepada bayi dengan cara membelai wajahnya sambil mengajak bicara.

Setelah melakukan persiapan itu, pemijatan bisa dimulai. Berikut ini contoh cara memijat beberapa bagian tubuh bayi:

*Pijat Kaki

Mulailah dengan memegang kaki bayi pada pangkal paha seperti cara memegang pemukul softball. Gerakkan tangan ke bawah secara bergantian seperti memerah susu dan putar.

Pegang pangkal paha dengan tangan secara bersamaan memeras dan memutar kaki bayi dengan lembut dari pangkal paha ke arah mata kaki. Kemudian, telapak kaki diurut dengan dua ibu jari secara bergantian mulai dari tumit ke seluruh telapak kaki. Pijat jari kaki satu-persatu dengan memutar menjauhi telapak, diakhiri tarikan lembut di tiap ujung jari. Lalu, peras dan putar pergelangan kaki dengan ibu jari dan jari lain. Usap kaki bayi dengan tekanan lembut dari pangkal paha hingga akhir.

* Perut bayi

Pijat perut bayi dari atas ke bawah seperti gerakan mengayuh sepeda. Pijat perut mulai bagian kiri atas ke bawah dengan jari-jari tangan membentuk huruf I lalu L terbalik.

* Pijat dada

Buat gerakan ke atas sampai dengan bawah leher lalu ke samping kiri-kanan di atas tulang selangka membentuk gambar jantung lalu kembali ke ulu hati. Gerakan diagonal di dada (huruf X) dari kiri ke kanan.

* Pijat lengan bayi

Peras dan putar dengan kedua tangan dengan lembut mulai dari pundak ke pergelangan tangan. Pijat telapak tangan dengan ibu jari mulai telapak hingga jari-jari. Usap punggung tangan dari arah pergelangan ke jari-jari dengan lembut. Peras sekeliling pergelangan tangan dengan ibu jari dan telunjuk.

* Pijat muka

Letakkan ibu jari diantara alis mata si bayi. Pijat dengan ibu jari secara lembut pada alis dan di atas kelopak mata. Pijat dari pertengahan alis turun ke bawah melalui samping lipatan hidung.

* Pijat punggung

Tengkurapkan melintang. Pijat punggung dengan gerakan maju mundur sepanjang punggung mulai dari pantat hingga leher. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari mulai batas punggung sampai dengan pantat
Baca Informasi Manfaat dan Tata Cara Pijat Bayi Lebih Lengkap >>

Kamis, 28 Juli 2011

Bayi Disayang Jadi Tahan Stres


Walaupun belum mengerti apa-apa, jangan berlaku kasar dan mengacuhkan bayi Anda, karena akibatnya akan melekat sampai dia dewasa.

Saat ini kata stres banyak terdengar di mana-mana, rasanya manusia jadi lebih mudah terserang stres. Mungkin hal ini disebabkan karena Anda lahir di era orang tua harus cukup sibuk untuk memenuhi tuntutan hidup atau justru Anda lahir di era orang tua masih tidak terang-terangan menunjukkan kasih sayang pada anak-anaknya. Mengapa demikian? Karena penelitian yang dilakukan oleh Duke University, North Carolina menunjukkan bahwa pengalaman di awal kehidupan seorang bayi di dunia ternyata memberikan efek positif untuk kesehatan mental bayi tersebut saat dewasa.

Penelitian dilakukan dengan mengamati bagaimana ibu dan bayinya yang baru berumur 8 bulan berinteraksi. Kemudian mereka mengelompokkan tingkat kasih sayang para ibu itu menjadi low, normal dan high. 482 remaja dari bayi-bayi itu diamati terus hingga berumur 34 tahun dan kesehatan mentalnya dianalisa. Analisa ini fokus pada kecemasan, perasaan dimusuhi dan memusuhi, serta tingkat distress.

Hasilnya, dari tingkat kasih sayang, 9% ibu menunjukkan tingkat kasih sayang yang rendah, 85% memberikan kasih sayang pada tingkat normal dan hanya 6% yang memberikan kasih sayang yang sangat tinggi. Dari perlakuan ini, didapatkan bahwa orang yang pada saat bayi diperlakukan dengan kasih sayang sangat tinggi memiliki tingkat distress yang lebih rendah dan juga lebih bisa mengatasi stres dan kecemasan yang melanda kehidupan orang dewasa.

Para peneliti ini menyimpulkan bahwa pengalaman yang dirasakan seorang bayi pada awal kehidupannya, walaupun dia masih belum bisa merespon apa-apa pada saat itu, mempengaruhi kesehatan mentalnya di masa depan. Kasih sayang yang tinggi membuat seseorang merasakan ikatan yang terjamin dan aman. Kondisi ini tidak hanya membuat mereka merasa tenang sehingga jauh dari stres, namun juga memungkinkan mereka mengembangkan hidup pribadi dan sosial, mengembangkan diri serta keterampilannya secara efektif. Dengan demikian mereka akan menjadi pribadi dewasa yang lebih unggul. Penemuan ini juga dipublikasikan dalam the Journal of Epidemiology and Community Health.

Nah, para ibu, walaupun bayi Anda nampaknya masih belum mengerti tentang apa pun yang Anda lakukan--meninggalkan si bayi untuk bersenang-senang sendiri atau marah-marah di hadapannya, hal itu akan melekat dan berpengaruh untuk masa depannya. Jadi apa pun yang terjadi, bayi layak untuk dibanjiri dengan kasih sayang Anda.
Baca Informasi Bayi Disayang Jadi Tahan Stres Lebih Lengkap >>

Kamis, 21 Juli 2011

Banyak Tidur, Pertumbuhan Bayi Makin Baik


Setelah membaca artikel ini, sebaiknya Anda tidak lagi sengaja membangunkan bayi yang sedang tertidur lelap untuk mengajaknya bermain. Sebuah hasil penelitian terbaru yang dituangkan dalam Journal Sleep seperti dilansir Health Day menyebutkan bahwa, waktu tidur yang dialami oleh bayi berkaitan erat dengan pertumbuhan mereka. Semakin baik kualitas dan waktu tidur mereka, maka bayi-bayi tersebut akan mengalami pertumbuhan yang lebih baik.

Penelitian dilakukan pada 23 orang tua yang memiliki bayi berusia 12 hari saat penelitian ini dimulai, 14 bayi perempuan dan 9 bayi laki-laki. Para peneliti mencatat waktu tidur bayi-bayi tersebut dan pertumbuhan mereka. Dari masa penelitian, para peneliti mendapatkan data total waktu tidur bayi sebanyak 5.798. Dengan data-data tersebut, para peneliti menarik kesimpulan antara jumlah waktu tidur bayi dan pertumbuhan mereka.

Bayi memiliki jam tidur yang tidak teratur, rata-rata mereka hanya tidur rata-rata selama 4 1/2 jam setiap kali tertidur, selama dua hari. Bayi juga tidur lebih banyak dan bertambah, rata-rata mereka tidur sebanyak tiga kali tidur pada siang hari. Pada saat terjadi peningkatan waktu tidur inilah maka terjadi pertumbuhan panjang tubuh yang akan terjadi dalam waktu 48 jam (dua hari).

Para peneliti juga mendapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan pertumbuhan pajang bayi sebanyak 43% setiap kali ada tambahan jumlah tidur setiap hari dan 20% peningkatan pertumbuhan pada jumlah jam tidur yang bertambah. "Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masa pertumbuhan tidak hanya terjadi pada saat tidur, tetapi juga dipengaruhi oleh (seberapa baik) waktu tidur bayi," ujar Dr. Michelle Lampl, ketua penelitian sekaligus seorang profesor antropologi di Emory University, Atlanta.

Waktu tidur yang panjang dan peningkatan jumlah tidur setiap hari berpengaruh besar pada pertumbuhan bayi. Meskipun demikian, belum diketahui apa yang menyebabkan hal itu berkaitan, apakah ada sekresi hormon yang berkaitan dengan peningkatan pertumbuhan bayi saat tidur, demikian yang diungkapkan Dr. Michelle Lampl pada American Academy of Sleep Medicine.

Hal ini tentunya bisa menjadi perhatian para orang tua yang memiliki bayi baru lahir. Jadwal dan pola tidur mereka memang tidak teratur dan hal itu. Dengan hubungan yang berkaitan antara tidur dan pertumbuhan, maka para orang tua setidaknya bisa memahami hal ini sebagai sesuatu yang alami dan tidak menjadi frustasi karenanya.
Baca Informasi Banyak Tidur, Pertumbuhan Bayi Makin Baik Lebih Lengkap >>