Tampilkan postingan dengan label Emosi Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Emosi Bayi. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Agustus 2011

Gendong Bayi Menghadap Depan Bisa Bikin Bayi Stres



Ada berbagai cara menggendong bayi yang bisa dilakukan orangtua ketika sedang bepergian. Tapi menggendong bayi dengan menghadap ke depan bisa membuat bayi menjadi stres.

Cathrine Fowler seorang profesor keperawatan keluarga dan anak menuturkan anak-anak atau bayi akan merasa ketakutan jika ia dibawa dalam gendongan atau dorongan kereta bayi yang terlihat jauh dari orangtuanya.

"Gendongan bayi yang menghadap ke depan akan membuat bayi seperti dibombardir oleh stimulus atau rangsangan, sehingga menciptakan situasi yang sangat stres bagi bayi," ujar Fowler, seperti dikutip dari Dailymail, Senin (22/8/2011).

Profesor Fowler menuturkan kondisi ini akan membuat kaki dan tangan bayi bergoyang-goyang. Jika tidak mempertimbangkan perspektif si bayi, maka secara tidak sengaja orangtua cukup kejam terhadap anak-anaknya.

Pendapat dari Profesor Fowler yang bekerja di Sydney’s University of Technology ini didukung oleh sebuah penelitian tahun 2008 yang menemukan bahwa bayi menderita jika ia tidak melihat orangtuanya saat berada di dalam kereta dorong.

Dalam studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Dundee diketahui bahwa bayi yang didorong dalam kereta menghadap ke depan memiliki tingkat kecemasan dan stres yang lebih tinggi. Hal ini karena bayi menjadi sulit mendapatkan perhatian orangtuanya dan jarang diajak berbicara.

Sedangkan bayi yang didorong dengan menghadap ke arah orangtuanya lebih mungkin untuk tertawa, mendengarkan suara ibunya serta memiliki tingkat stres yang lebih rendah.

"Data yang ada di kami menunjukkan bagi sebagian besar bayi, kehidupan di dalam kereta dorong miskin stimulasi dan cukup membuat stres, sehingga kemungkinan bayi tumbuh menjadi dewasa yang cemas," ujar Dr Suzanne Zeedyk selaku psikolog perkembangan.
Baca Informasi Gendong Bayi Menghadap Depan Bisa Bikin Bayi Stres Lebih Lengkap >>

Jumat, 05 Agustus 2011

Manfaat dan Tata Cara Pijat Bayi



Siapa bilang kebiasaan memijat bayi itu kuno? Ternyata pijat bayi itu sangat besar manfaatnya untuk si kecil buah hati yang baru lahir ke dunia ini.

Bayi-bayi prematur yang dipijat secara teratur setiap hari menunjukkan perkembangan fisik dan emosional yang lebih baik ketimbang bayi-bayi yang tidak dipijat. Selain itu berat badan bayi prematur yg dipijat akan mengalami peningkatan berat badan 20 hingga 40 persen dibandingkan yang tidak dipijat.

Dan hal ini telah dibuktikan oleh para ahli di Fakultas Kedokteran Universitas Miami pada tahun 1986. Dipimpin oleh Tiffany M Field PhD. Selain itu, katanya, bayi-bayi yang dipijat selama lima hari saja, daya tahan tubuhnya akan mengalami peningkatan sebesar 40 persen dibanding bayi-bayi yang tidak dipijat.

Pijat bayi ternyata bukan hanya berpengaruh pada pertumbuhan fisik dan emosional bayi. Jika dilakukan oleh ayah misalnya, maka pijat bayi itu bisa meningkatkan produksi ASI (Air Susu Ibu) pada tubuh ibu dan disebut ”pemberdayaan ayah,” . Tapi bagaimana penjelasannya?

Ketika seorang ayah berinisiatif memijat si bayi, hal itu akan menimbulkan perasaan positif pada istri. Inisiatif suami ini membuat istri merasa disayang, nyaman, dan perasaan positif lainnya. Dan perasaan seperti ini akan merangsang produksi hormon oksitosin. Untuk diketahui, hormon ini sangat berguna untuk memperlancar produksi ASI. Penelitian menunjukkan, 80 persen produksi hormon oksitosin dipengaruhi oleh kondisi psikis ibu.

Selain itu, pijat bayi akan membuat bayi cepat lapar. Makin banyak ASI disedot oleh bayi (menyusui), maka produksi ASI makin meningkat. Ini karena dalam proses produksi ASI berlaku hukum supply and demand. Artinya, makin banyak ASI dikeluarkan, makin banyak pula ASI diproduksi. Begitu pula sebaliknya.

Tata cara pemijatan

Mengingat manfaatnya yang tidak kecil, sudah sepantasnya para orangtua menerapkan terapi sentuhan ini pada bayi mereka. Bagaimana caranya, ikuti tips berikut ini.

Sebelum mulai memijat, lakukan beberapa langkah persiapan, yaitu:

* Mencuci tangan.

* Hindari kuku dan perhiasan yang bisa menggores kulit bayi.

* Ruang untuk memijat usahakan hangat dan tidak pengap.

* Bayi selesai makan atau tidak berada dalam keadaan lapar.

* Usahakan tidak diganggu dalam waktu lima belas menit untuk melakukan

Proses pemijatan.

* Baringkan bayi di atas kain rata yang lembut dan bersih.

* Ibu/ayah duduk dalam posisi nyaman.

* Sebelum memijat, mintalah izin kepada bayi dengan cara membelai wajahnya sambil mengajak bicara.

Setelah melakukan persiapan itu, pemijatan bisa dimulai. Berikut ini contoh cara memijat beberapa bagian tubuh bayi:

*Pijat Kaki

Mulailah dengan memegang kaki bayi pada pangkal paha seperti cara memegang pemukul softball. Gerakkan tangan ke bawah secara bergantian seperti memerah susu dan putar.

Pegang pangkal paha dengan tangan secara bersamaan memeras dan memutar kaki bayi dengan lembut dari pangkal paha ke arah mata kaki. Kemudian, telapak kaki diurut dengan dua ibu jari secara bergantian mulai dari tumit ke seluruh telapak kaki. Pijat jari kaki satu-persatu dengan memutar menjauhi telapak, diakhiri tarikan lembut di tiap ujung jari. Lalu, peras dan putar pergelangan kaki dengan ibu jari dan jari lain. Usap kaki bayi dengan tekanan lembut dari pangkal paha hingga akhir.

* Perut bayi

Pijat perut bayi dari atas ke bawah seperti gerakan mengayuh sepeda. Pijat perut mulai bagian kiri atas ke bawah dengan jari-jari tangan membentuk huruf I lalu L terbalik.

* Pijat dada

Buat gerakan ke atas sampai dengan bawah leher lalu ke samping kiri-kanan di atas tulang selangka membentuk gambar jantung lalu kembali ke ulu hati. Gerakan diagonal di dada (huruf X) dari kiri ke kanan.

* Pijat lengan bayi

Peras dan putar dengan kedua tangan dengan lembut mulai dari pundak ke pergelangan tangan. Pijat telapak tangan dengan ibu jari mulai telapak hingga jari-jari. Usap punggung tangan dari arah pergelangan ke jari-jari dengan lembut. Peras sekeliling pergelangan tangan dengan ibu jari dan telunjuk.

* Pijat muka

Letakkan ibu jari diantara alis mata si bayi. Pijat dengan ibu jari secara lembut pada alis dan di atas kelopak mata. Pijat dari pertengahan alis turun ke bawah melalui samping lipatan hidung.

* Pijat punggung

Tengkurapkan melintang. Pijat punggung dengan gerakan maju mundur sepanjang punggung mulai dari pantat hingga leher. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari mulai batas punggung sampai dengan pantat
Baca Informasi Manfaat dan Tata Cara Pijat Bayi Lebih Lengkap >>

Kamis, 28 Juli 2011

Bayi Disayang Jadi Tahan Stres


Walaupun belum mengerti apa-apa, jangan berlaku kasar dan mengacuhkan bayi Anda, karena akibatnya akan melekat sampai dia dewasa.

Saat ini kata stres banyak terdengar di mana-mana, rasanya manusia jadi lebih mudah terserang stres. Mungkin hal ini disebabkan karena Anda lahir di era orang tua harus cukup sibuk untuk memenuhi tuntutan hidup atau justru Anda lahir di era orang tua masih tidak terang-terangan menunjukkan kasih sayang pada anak-anaknya. Mengapa demikian? Karena penelitian yang dilakukan oleh Duke University, North Carolina menunjukkan bahwa pengalaman di awal kehidupan seorang bayi di dunia ternyata memberikan efek positif untuk kesehatan mental bayi tersebut saat dewasa.

Penelitian dilakukan dengan mengamati bagaimana ibu dan bayinya yang baru berumur 8 bulan berinteraksi. Kemudian mereka mengelompokkan tingkat kasih sayang para ibu itu menjadi low, normal dan high. 482 remaja dari bayi-bayi itu diamati terus hingga berumur 34 tahun dan kesehatan mentalnya dianalisa. Analisa ini fokus pada kecemasan, perasaan dimusuhi dan memusuhi, serta tingkat distress.

Hasilnya, dari tingkat kasih sayang, 9% ibu menunjukkan tingkat kasih sayang yang rendah, 85% memberikan kasih sayang pada tingkat normal dan hanya 6% yang memberikan kasih sayang yang sangat tinggi. Dari perlakuan ini, didapatkan bahwa orang yang pada saat bayi diperlakukan dengan kasih sayang sangat tinggi memiliki tingkat distress yang lebih rendah dan juga lebih bisa mengatasi stres dan kecemasan yang melanda kehidupan orang dewasa.

Para peneliti ini menyimpulkan bahwa pengalaman yang dirasakan seorang bayi pada awal kehidupannya, walaupun dia masih belum bisa merespon apa-apa pada saat itu, mempengaruhi kesehatan mentalnya di masa depan. Kasih sayang yang tinggi membuat seseorang merasakan ikatan yang terjamin dan aman. Kondisi ini tidak hanya membuat mereka merasa tenang sehingga jauh dari stres, namun juga memungkinkan mereka mengembangkan hidup pribadi dan sosial, mengembangkan diri serta keterampilannya secara efektif. Dengan demikian mereka akan menjadi pribadi dewasa yang lebih unggul. Penemuan ini juga dipublikasikan dalam the Journal of Epidemiology and Community Health.

Nah, para ibu, walaupun bayi Anda nampaknya masih belum mengerti tentang apa pun yang Anda lakukan--meninggalkan si bayi untuk bersenang-senang sendiri atau marah-marah di hadapannya, hal itu akan melekat dan berpengaruh untuk masa depannya. Jadi apa pun yang terjadi, bayi layak untuk dibanjiri dengan kasih sayang Anda.
Baca Informasi Bayi Disayang Jadi Tahan Stres Lebih Lengkap >>

Apa Sih yang Ada di Pikiran Bayi?


Anda mungkin pernah bertanya-tanya apa sih yang ada di dalam pikiran bayi Anda? Apakah sama dengan yang Anda pikirkan? Atau ia malah tidak berpikir apa-apa? Yah siapa yang tahu?

Ada kok yang tahu, adalah dokter Alison Gopnik, penulis dari buku The Philosophical Baby, yang mencoba belajar dan mengamati perkembangan bayi. Dan menurut penelitian yang dilakukan, sesuai dilansir oleh Redbookmag, Gopnik menemukan bahwa bayi dan balita bahkan lebih suka belajar dan memiliki pengalaman lebih banyak daripada kita yang telah dewasa.

Apakah benar si kecil sudah bisa berpikir seperti kita?

Secara kompleks sih tidak, namun menurut Gopnik, mereka sudah tahu bahwa manusia punya keinginan dan tujuan. Hal ini dijelaskan melalui tingkah laku bayi yang melihat pada suatu benda dan ingin Anda mengambilkannya untuknya.

"Michele tiba-tiba menunjuk-nunjuk boneka beruang yang dibelikan ayahnya, dan mengeluarkan suara 'eem...eem..' tandanya ia minta diambilkan boneka itu," Fanny, 29 tahun, ibu rumah tangga

Nah begitulah yang ditunjukkan si kecil, bahkan saat ia masih bayipun, ia bisa berpikir dan menginginkan sesuatu. Ia akan menyusun strategi supaya sesuatu itu sampai di tangannya. Dan karena fisiknya masih belum kuat, maka ia meminta kita yang mengambilkannya untuknya.

Kok ngomong sendiri? Apa dia sedang melihat hantu?

Bukan hantu yang dilihatnya tatkala dia senyum-senyum atau terbahak-bahak saat menatap tembok kamarnya. Namun di dalam benaknya ia berimajinasi tentang sosok orang yang menemaninya.

Sampai usia 4-5 tahun, mereka bahkan mempertahankan khayalannya itu, tetapi tahukah Anda bahwa mereka tahu itu hanya khayalan?

Anda mungkin berpikir itu adalah hantu nenek moyang atau apa, tetapi mereka tahu jelas bahwa itu hanya bayangan mereka saja.

Ribuan bintang layaknya ribuan pertanyaan di benak mereka

Anda mungkin jengkel tatkala si kecil mulai banyak bertanya, tetapi bahkan gadis cilik usia 3 tahun Anda memiliki rasa keingintahuan yang amat sangat besar sekali, bahkan melebihi para ilmuwan tatkala menemukan objek penelitian.

Tak heran jika tangannya yang usil menjelajah ke mana-mana saat ia sudah bisa merangkak. Ia juga ingin tahu bagaimana rasa benda yang ada di depannya, untuk itulah bayi suka menjilat benda-benda di sekelilingnya.

Anak Anda cerdas bukan? Ya, anak-anak sangat cerdas sekali, untuk itu berikan mereka perhatian, kasih sayang dan nutrisi yang cukup, mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang luar biasa.
Baca Informasi Apa Sih yang Ada di Pikiran Bayi? Lebih Lengkap >>

Sabtu, 23 Juli 2011

Mengatasi Ruam Popok


Anak ibu sering menangis karena sebab yang tidak jelas? Apa dia sering memegang / menggaruk pantatnya? Waspada, mungkin si kecil terkena ruam popok!

Ruam popok adalah peradangan yang terjadi akibat penggunaan popok yang kurang benar. Popok biasanya terlalu ketat, terlalu lembab, terlalu panas atau kurang terjaga kebersihannya. Kulit bayi di daerah pantat dan pangkal paha menjadi merah-merah. Tak jarang rasa gatal yang hebat juga menyerang dan mengakibatkan adanya lecet-lecet pada bagian kulit yang terkena peradangan.

Ruam popok yang mengakibatkan rasa gatal pada si kecil akan menjadikannya mudah rewel. Ini lah salah satu sebab bayi anda sering menangis dan walau sudah anda periksa semua sebab dia menangis (lapar, perlu diganti popok, bosan dll) si kecil akan tetap menangis karena rasa gatal dan perih (jika sudah lecet)

Untuk menghindari terjadinya peradangan, sebaiknya popok yang kotor/basah karena urin/pup segera diganti. Produk diaper yang mengakibatkan si kecil alergi juga harus dihindari. Untuk itu selalu kenali produk diaper yang menyebabkan terjadinya peradangan bagi si kecil. Ganti diaper tersebut dengan produk lain yang tidak mengakibatkan peradangan bila perlu.

sumber : Bayi dan Ruam Popok
Baca Informasi Mengatasi Ruam Popok Lebih Lengkap >>

Jumat, 22 Juli 2011

Emosi Bayi Negatif karena Ayah Cemburuan


Saat memasuki usia 2-3 bulan, bayi sudah mulai menunjukkan reaksi emosi. Terkadang bayi bereaksi berlebihan, seperti berteriak dan tidak mau tenang dalam waktu yang lama. Karena itu, orangtua perlu jeli membaca kebutuhan bayi. Selain itu, ayah dan ibu juga perlu mengendalikan emosi karena apa yang ditunjukkan ayah dan ibunya, bayi akan merasakan hal yang sama.

Umumnya, reaksi bayi yang berlebihan merupakan cerminan kekecewaan lantaran kebutuhannya tidak segera direspons. Tetapi kalau kebutuhan bayi terpenuhi biasanya ia akan tenang kembali. Karenanya, orangtua perlu meningkatkan kejelian mengenali kebutuhan bayi dan memenuhinya sesegera mungkin. Jangan abaikan kebutuhan bayi karena pada masa ini bayi sedang mengembangkan rasa percaya pada lingkungannya.

Peran ayah
Bukan hanya ibu, peran ayah juga penting dalam menumbuhkembangkan emosi positif pada bayi. Tak sedikit ayah yang menaruh cemburu pada bayinya sendiri lantaran perhatian istri lebih tercurah pada bayi dibanding suami.

Wajah ayah yang "terlipat" oleh cemburu akan membuat emosi bayi tumbuh negatif. Imbasnya, bayi terlihat tidak ceria, susah senyum. Jika kecemburuan ayah membuat ibu menjadi stres, bayi juga bisa merasakannya. Bayi akan ikut stres seperti yang dirasakan ibunya.

Karena itu, ayah harus berusaha membuat suasana rumah ceria. Jangan sering menunjukkan wajah kusut, kesal, dan gampang marah. Sebaliknya, perbanyak senyum dan perlihatkan raut wajah ceria.

Tak kalah penting, ayah juga perlu mengajak bayi bermain. Bermain akan menimbulkan keceriaan. Coba saja permainan cilukba yang sederhana, bayi pasti suka. Bayi sangat menyukai stumulus muncul-hilang dari padangan yang membuatnya tertawa terpingkal. Tampilkan wajah cerah ceria saat bermain cilukba.
Baca Informasi Emosi Bayi Negatif karena Ayah Cemburuan Lebih Lengkap >>